Seberapa Pentingkah Isi BBM sesuai dengan Rekomendasi Pabrikan

0

mobilmotor – Masing-masing mesin kendaraan memiliki filosofi, desain, dan fungsi yang berbeda-beda. Setiap mesin memiliki rekomendasi nilai oktan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada setiap kendaraan bermotor yang mereka pasarkan.

Namun, masih banyak para pemilik mobil yang tidak menghiraukan hal tersebut, padahal ada banyak risiko yang harus ditanggung apabila salah memilih jenis BBM seperti mesin menjadi boros dan kurang bertenaga.

Efek lainnya adalah terdengar suara ngelitik pada mesin yang biasanya terjadi karena bahan bakar kurang berkualitas atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan masing-masing pabrikan.

Belum lagi, kalau menggunakan BBM di bawah spesifikasi yang telah disarankan, efek jangka panjangnya akan timbul kerak di beberapa komponen di ruang bakar.

Kerugian lain tidak cuma diderita mesin, tapi juga berdampak negatif pada kesehatan dan lingkungan akibat polusi udara yang disebabkan emisi gas buang tinggi karena pembakaran mesin tidak sempurna.

Dengan begitu, pemilik kendaraan disarankan tidak sembarangan mengisi BBM pada kendaraannya, karena pada setiap model itu memiliki batas atau takaran yang disebut sebagai Research Octane Number (RON) berbeda-beda.

Mennggapi hal tersebut, dalam acara Ngobrol Virtual (NGOVI) bertema “Pakai BBM Rekomendasi Pabrikan, Untung atau Buntung?”, Nurkholis, National Technical Leader PT Toyota-Astra Motor (TAM). Ia menyebutkan bahwa dalam menentukan bahan bakar yang akan dipakai sebuah mobil atau motor, pabrikan telah melakukan riset yang dalam.

“Ketika mendesain sebuah mobil, pabrikan sudah menimbang berbagai faktor, salah satunya adalah rasio kompresi. Setiap kendaraan memiliki rasio mesin yang berbeda beda.

Selain aspek teknis tersebut, pabrikan juga wajib memperhatikan regulasi dan BBM yang tersedia untuk mobil atau motor baru tersebut.

Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor dalam acara yang sama menerangkan, bagian development sudah memikirkan mesin yang cocok dengan spesifikasi bahan bakar.

“Selain itu, bagian development juga menentukan bahan bakar yang banyak terdapat dan mudah dicari atau tersedia di suatu negara,” tukas Endro.

Ahli konservasi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjadjanto menjelaskan, agar mesin bisa bekerja dengan optimal, maka dibutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin dari kendaraan itu sendiri yang biasanya tertera pada buku manual.

“Kalau pakai bahan bakar mesti dengan RON atau Cetane Number yang sesuai rekomendasi pabrikan, ini akan membuat pembakaran lebih sempurna dan membuat tenaga mesin menjadi optimal,” kata pria yang biasa disapa Prof Yus.

Prof Yus menambahkan, bahwa saat ini rata-rata kendaraan sudah mempunyai teknologi yang canggih, sehingga mensyaratkan bahan bakar yang memadai.

“Kita harus tahu bensin yang masuk kategori (Euro) 3 dan 4 minimal oktan yang digunakan adalah tidak ada yang dibawah RON 91. Alternatifnya bisa 91, 92, atau 98 dan seterusnya,” terangnya.

Nah, setelah mengetahui penjelasan beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan maka dapat disimulkan maka Anda jangan asal memilih BBM, pilihlah yang sesuai dengan spesifikasi mesin agar nantinya performa mesin tetap terjaga dan konsumsi BBM tetap irit.

Read more:
WhatsApp Image 2020-06-29 at 11.05.45
Carnival Generasi Berikutnya Akan Debut Musim Panas ini

mobilmotor - (SEOUL) 18 Juni, 2020 – Kia Motors Corporation telah mengisyaratkan desain minivan flagship generasi keempatnya yang bernama Carnival. Dirilis dalam...

Close