Konsep baru Michelin

0

mobilmotor – ‘Aman Saat Baru, Aman Hingga Akhir’ itulah konsep terbaru ban Michelin saat launching Michelin Primacy 4 di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. Michelin Primacy 4 memberikan keunggulan utama seperti keamanan yang tahan lama dan performa terbaik saat ban dalam kondisi baru maupun ketika ban sudah aus.

“Kemampuan daya cengkeram dan pengereman ban, terutama di jalan basah, sangat penting dalam menjamin keselamatan berkendara. Namun seiring dengan pemakaian beberapa waktu atau setelah 50.000 kilometer, daya cengkeram dan kemampuan pengereman cenderung menurun. Jika dalam industri ini biasanya uji performa ban dilakukan pada saat baru, sebaliknya Michelin selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan lainnya dengan menguji ban dalam kondisi aus untuk membuktikan bahwa performa ban kami mampu bertahan melewati jarak tempuh dan waktu secara optimal,” tutur President Director Michelin Indonesia Fritz Mueller di Jakarta.

Fritz menjelaskan, Michelin menunjuk TÜV Rheinland Thailand Ltd. untuk melakukan pengujian terhadap ban baru serta ban dengan kondisi aus dari berbagai merek premium lainnya, dibandingkan dengan ban baru serta ban dengan kondisi aus Michelin Primacy 4 di jalanan yang basah.

Dalam hasil tes menunjukkan bahwa Michelin Primacy 4 mampu mengerem 2,5 meter lebih pendek saat kondisi baru dan 5,1 meter lebih pendek ketika kondisi ban aus jika dibandingkan dengan merek premium lainnya. Yang lebih mengejutkan, dalam kondisi aus pun memiliki jarak pengereman 1,8 meter lebih pendek dibandingkan beberapa ban baru merek premium lainnya.

Menurutnya, MICHELIN Primacy 4 hadir sebagai generasi terbaru dengan dua teknologi inovatif yang dikembangkan setidaknya selama 3 tahun. Pertama, EverGrip™ Technology yang memiliki dua fitur utama: alur ban baru yang memberikan ruang pembuangan air 50% lebih besar memungkinkan daya cengkeram lebih baik pada penggunaan di jalanan basah, sehingga menawarkan keamanan optimal bahkan pada saat kondisi ban aus. Selain itu, senyawa karet berperforma tinggi generasi terbaru menyatukan senyawa karet dan silika lebih kuat serta merata sehingga memberikan pelepasan energi secara bersamaan saat bersentuhan dengan jalan. Hal ini memungkinkan daya pengereman lebih baik di lintasan basah, bahkan ketika ban aus.

Kedua, 2nd-Generation Silent Rib Technology yang menonjolkan fitur inter-locking bands meminimalisir perubahan pada tapak ban saat berputar. Hal ini mengurangi efek pemompaan udara sehingga ban pun lebih senyap dan memberikan daya peredam kejut yang lebih baik terhadap rintangan di jalan sehingga berkendara akan lebih nyaman.

Sememtara itu Marketing Director Michelin Indonesia Putu Yudha menjelaskan, Michelin Primacy 4 ditujukan bagi segmen mobil penumpang termasuk sedan berkapasitas 1.500 cc ke atas.“Dengan tren pertumbuhan penjualan mobil sedan 1.500 cc yang positif, kami optimistis hal ini akan mendorong peningkatan kebutuhan konsumen terhadap ban yang memiliki tingkat keamanan dan performa tertinggi seperti Michelin Primacy 4,” tutur Putu Yudha.

Putu menegaskan, ban terbaru Michelin ini mampu mengatasi dua masalah utama mobilitas konsumen di Indonesia, yakni keselamatan ketika melintasi permukaan jalan basah serta kenyamanan berkendara saat kondisi jalan yang kurang baik.

Read more:
GIIAS Makassar 2017
Kalla Toyota Tampil Lebih Elegan di GIIAS Makassar 2017

mobilmotor.co.id - Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Toyota melalui founder dealer-nya di wilayah Sulawesi Selatan - Kalla Toyota - berpartisipasi pada ajang...

Close