Tips Menggunakan Ban dengan Baik

0

mobilmotor.co.id – Jika dirawat dan digunakan dengan baik, ban dapat awet dipakai, aman, dan tahan lama. Kadang ban menjadi tidak layak pakai karena kelalaian penggunanya. Karena itu, dalam menggunakan ban, Anda tak boleh luput memerhatikan hal-hal penting berikut.

1. Kurang tekanan angin
Tekanan angin ban harus sesuai spesifikasi dan rekomendasi produsen ban. Informasi tekanan ban terdapat pada buku manual. Pada beberapa kendaraan, terdapat sticker di doortrim yang menginformasikan ukuran tekanan ban. Jika tekanan melebihi yang disarankan, ban menjadi lebih keras dan daya cengkeram ban tidak maksimal. Jika tekanan terlalu rendah, dinding ban bekerja lebih keras dan dapat mengakibatkan defleksi berlebih.

Hal ini juga dapat menyebabkan ban benjol. Bahkan, yang lebih parah, ban bisa pecah. Kondisi ban kurang angin juga akan memperpendek usia ban. Karena itulah, periksa selalu konsisi ban dan cek tekanan angin minimal dua minggu sekali.

2. Jaga kebersihan ban
Bebaskan sela-sela kembangan ban dari benda-benda keras, seperti batu dan pecahan benda keras agar tidak merusak telapak ban. Kembangan ban harus bersih agar traksi atau daya cengkeram ban tetap terjaga. Jika telapak ban aus, maka pengereman pun akan tidak optimal.

3. Hati-hati melindas benda asing, minyak, dan oli
Saat berkendara, usahakan untuk tidak melindas benda-benda yang ada di permukaan jalan karena bisa saja benda tersebut tajam dan dapat merusak ban. Paku, pecahan kaca, atau pecahan balok tajam adalah beberapa benda yang harus dihindari.

Karet ban rentan rusak jika terkena minyak dan oli. Oleh karena itu, perhatikan permukaan jalan saat mengemudi. Berhati-hatilah, jangan sampai melintasi permukaan jalan yang terkena ceceran minyak dan oli.

BAN KENA PAKU ATAU BAUT_ok

4. Pilih lintasan permukaan jalan, hindari lubang
Usahakan tidak melintasi jalan berlubang. Jika sulit dihindarkan, kurangi kecepatan. Melibas lubang pada kecepatan tinggi dapat merusak ban. Ban bisa benjol, bahkan pecah.

5.Beban melebihi kapasitas ban
Setiap ban memiliki daya angkut maksimal. Kapasitas angkut yang dapat dibebani kepada ban dapat diketahui melalui indeks ban. Membawa muatan melebihi kapasitas angkut dapat menyebabkan ban rusak dan pecah.

6. Parkir dalam jangka waktu lama
Jika mobil tidak dipakai, sebaiknya lepas ban dan biarkan mobil diganjal dengan jack stand. Jika tidak, maka sebaiknya Anda menjalankan mobil secara berkala agar beban yang ditanggung ban tidak berada pada titik yang sama. Jika ban menanggung beban di titik yang sama secara terus menerus, bentuk permukaan ban akan rusak dan akan tidak nyaman saat mobil dipakai.

7. Pengereman dan akselerasi yang kasar
Pengereman secara kasar dapat menyebabkan flat spot di permukaan ban, apalagi jika pengereman mendadak sampai rem mengunci. Akselerasi yang kasar juga dapat menyebabkan ban cepat aus. Mengemudi secara agresif juga dapat menyebabkan telapak ban terkelupas.

AKIBAT REM MENDADAK DAN MENGUNCI_ok

8. Shock absorber rusak

Salah satu penyebab telapak ban bergelombang adalah tidak bekerjanya shock absorber secara maksimal. Bahkan, jika shock absorber rusak, maka ban tidak dapat menahan ayunan. Jika terus dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan telapak ban bergelombang.

9.Wheel alignment dan balancing
Lakukan perawatan dengan melakukan balancing dan wheel alignment atau spooring secara teratur agar ban selaras. Posisi toe in dan toe out serta sudut camber juga dapat diatur sehingga tidak terjadi ban aus lebih dulu di sebelah dalam atau di bagian luar. Ban yang aus secara merata lebih baik daripada aus sebagian.

Read more:
CIMG1955
Konsep Modifikasi Ayla GT2 akan Tampil di IIMS 2014

PT Astra Daihatsu Motor sudah memastikan akan membawa 13 unit mobil yang terdiri dari 7 unit Current Model Modification dan...

Close