Komparasi Honda Freed, Nissan Evalia, Toyota Sienta

0

Ulasan

mobilmotor.co.id – Awalnya, pintu geser menjadi trade mark yang terkesan sebagai hak eksklusif bagi  MPV kelas menengah atas dengan mesin 2,0 liter atau lebih tinggi. Tentunya bukan tanpa alasan kalau fitur pintu geser tersebut hanya ada pada segmen tersebut. Selain lebih praktis untuk akses masuk keluar kabin dan memberikan kemudahan saat harus parkir di lahan sempit, juga menjadi semacam  “personal statement” tentang strata MPV yang memiliki fitur tesebut.

Belakangan, mulai beredar MPV dengan fitur pintu geser  yang memasuki segmen yang lebih terjangkau bagi kebanyakan konsumen. Sebutlah contohnya Honda Freed yang mulai masuk di Indonesia pada tahun 2009. Saat itu, konsumen cukup terpesona dengan sosok Honda Freed yang benar-benar inovatif melalui berbagai sentuhan khas MPV kelas atas. Dan setelahnya mulailah satu persatu hadir MPV dengan pintu geser pada berbagai segmen. Bisa disebut contohnya Nissan Evalia dan Daihatsu Gran Max serta Daihatsu Luxio.

Pada komparasi kali ini, tersaji tiga MPV yang semuanya menawarkan spesifikasi teknis yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Honda Freed, Nissan Evalia dan Toyota Sienta. Mereka sama-sama menjajakan menu  pintu geser yang memang memberikan kemudahan akses dibanding mobil sejenis yang menganut pintu konvensional dengan sistem pintu buka yang membutuhkan banyak ruang. Bedanya, ada yang memiliki pintu geser jenis elektrik dan manual. Tentunya, pintu geser elektrik lebih nyaman daripada pintu geser manual yang dioperasikan dengan tangan. Umumnya, pintu geser elektrik hanya ada pada sisi kiri, namun ada juga merek MPV yang memakai pintu geser elektrik pada  sisi kiri dan kanan untuk memberikan kenyamanan yang lebih maksimal bagi para penumpang.

Menilik konsep dasar  dari setiap produk tersebut, tentunya ada fakta yang menarik. Secara teknis, Honda Freed dan Toyota Sienta memang dikembangkan khusus sejak awal sebagai MPV untuk mengangkut penumpang. Sehingga, semua hal yang terdapat pada Freed dan Sienta telah  disiapkan secara khusus demi memaksimalkan kenyamanan bagi para penumpang sepanjang perjalanan. Sebaliknya, Nissan Evalia memiliki latar belakang sebagai kendaraan niaga yang digunakan sebagai delivery van atau blind van untuk mengantar berbagai macam  barang dan juga dioperasikan sebagai taksi (di beberapa negara). Dan kemudian dijadikan sebagai kendaraan penumpang (MPV). Tentunya, hal itu menjadi informasi tambahan bagi  konsumen untuk menentukan pilihan. Sebab, ada sejumlah kompromi  yang harus dimengerti jika memilih kendaraan yang punya latar belakang sebagai kendaraan untuk keperluan komersil maupun kendaraan penumpang murni.

Selain pintu geser dan konsep produk, mereka bertiga memiliki mesin berkapasitas 1,5 liter. Secara teknis, mesin 1,5 liter menjanjikan kompromi yang pas antara konsumsi bahan bakar dan performa. Hebatnya lagi, teknologi yang dimiliki oleh setiap mesin pada trio MPV ini boleh disebut sudah setara dengan mesin-mesin pada mobil penumpang yang kelasnya lebih tinggi. Sebutlah teknologi dual injector pada mesin Nissan Evalia dan teknologi katup variabel pada mesin  Evalia, Freed dan Sienta. Berbekal  teknologi tersebut  sudah memungkinkan  ketiga mesin tersebut untuk menghasilkan tenaga di atas 100 hp.

Kemudian, ketiganya juga ditawarkan dengan pilihan transmisi yang beragam mulai manual hingga otomatis. Konsumen tinggal memilih varian dengan transmisi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan seleranya. Jika ingin yang praktis dan nyaman, tersedia pilihan varian dengan transmisi otomatis yang konvensional maupun CVT yang canggih. Sementara bagi para pengemudi yang enthusiast, tersedia pilihan varian dengan transmisi manual yang memberikan kesenangan tersendiri saat mengemudi dan kontrol penuh. Bahkan, Toyota Sienta dilengkapi transmisi CVT dengan fitur manual shift yang mampu memberikan sporty feeling saat dikemudikan. Hebatnya lagi, fitur tersebut justru tidak tersedia pada Sienta JDM yang dipasarkan di Jepang yang menjadi negara asal mobil ini.

Nah, bicara soal pilihan akhir, semuanya kembali kepada konsumen untuk menentukan keputusan. Jika menilik usia produk, jelas Freed yang sudah beredar sejak 2009 sudah tergolong mobil lama sehingga penampilan eksteriornya terkesan ketinggalan kesegaran jika dibandingkan dengan Sienta. Walau harus diakui, Freed punya banyak point positif yang bisa diunggulkan. Sedangkan Evalia menawarkan konsep MPV berbasis kendaraan komersil. Artinya, produk andalan Nissan tersebut memiliki kemampuan yang andal dan tangguh karena mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari beragam konsumen pemakai. Di sisi lain, Sienta menampilkan kegairahan baru dalam segmen MPV pintu geser melalui tampilan eksterior yang menarik. Mungkin butuh waktu bagi sebagian orang untuk bisa menerima gaya desain Sienta yang unik. Tapi pada akhirnya, konsumen yang punya penilaian sendiri. Selamat memilih!

Honda Freed

Hingga tahun 2009, MPV dengan pintu geser hanya tersedia  di kelas menengah atas dengan mesin 2,0 liter atau lebih besar lagi. Kemudian pada 2009, PT Honda Prospect Motor (HPM) merilis Freed, MPV dengan pintu geser dan  bermesin 1,5 liter yang kemudian mengubah pandangan konsumen otomotif di Indonesia terhadap people carrier dengan pintu model maju mundur.  Intinya, MPV pintu geser bukan lagi monopoli kelas menengah atas.

Satu keunikan  Honda Freed terletak pada  konsep desain triangle square yang memungkinkan  rekayasa ruang kabin secara maksimal. Hasilnya, dimensi Freed terkesan kompak namun diimbangi volume interior yang cukup luas. Di sisi lain, gaya desain Honda Freed menciptakan kesan  berkelas  dan elegan. Tidak ada pernik berlebihan pada bodi karena memang  Honda Freed mengedepankan konsep  people carrier  yang praktis namun  bergaya.

Sebagai people carrier,  Honda Freed menawarkan beragam  kelebihan seperti  kabin yang tergolong  luas dan nyaman. Hebatnya lagi,  pergerakan para penumpang dalam kabin dipermudah oleh  desain walk through cabin melalui  meja lipat di antara kedua jok depan dan penempatan tuas transmisi di dashboard model gantung. Selain itu,  Honda Freed dilengkapi captain seat di kursi tengah dan kursi belakang model lipat sehingga menjadi tawaran  menarik bagi konsumen yang menghendaki kenyamanan dan keserbagunaan kabin.

Honda Freed dilengkapi  mesin 4 silinder 1,5 liter  SOHC  16 katup dengan i-VTEC.  Tenaga mesinnya mencapai 116 hp  pada 6.600 rpm disertai  torsi  146 Nm pada 4.800 rpm. Freed didukung transmisi otomatis 5-speed dengan perpindahan gigi yang halus sehingga memaksimalkan  kenyamanan para penumpang sepanjang perjalanan. Memang, performa mesin Freed berbeda dengan Jazz walau sama-sama mengandalkan mesin seri L15. Toh, Freed dirancang sebagai people carrier yang mengutamakan kenyamanan dibanding performa yang menjadi nilai jual unggulan Jazz. Dan setelah 7 tahun beredar di pasar otomotif Indonesia (2009-2016), tampaknya sudah waktunya bagi Freed untuk memberi jalan pada generasi penggantinya.

Plus
Performa, captain seat, akses kabin
Minus
Minim varian, desain lama, fitur biasa

Data spesifikasi
Spesifikasi
Harga                 Rp 273,3 juta – Rp 294,3 juta
Dimensi (P/L/T)         4.215  x 1.700  x 1.740
Jarak sumbu roda  (mm)      2.740
Mesin
Tipe                 I-4 SOHC 16 katup i-VTEC
Kapasitas (cc)             1497
Tenaga (tk/rpm)         116/6600
Torsi (Nm/Rpm)             146/4800
Transmisi             otomatis 5-speed

IMG_7978 IMG_7993 IMG_7996 IMG_7956 Teknologi-Mesin-Honda-freed-1024x666 IMG_7974

Nissan Evalia

Walau tidak langsung menjadi lawan  tangguh bagi Honda Freed dan Toyota Sienta, harus diakui jika Nissan Evalia punya segudang keunggulan untuk menggoda para calon konsumen yang masih bimbang saat memilih MPV. Nilai jual unggulan Evalia terletak pada kabin yang lapang,  peredaman  suspensi yang nyaman  dan  akses kabin yang optimal  berkat pintu geser.
Menyadari ketatnya persaingan di segmen pasar MPV, Nissan melakukan sejumlah penyegaran pada  Evalia. Terlihat beberapa  sentuhan baru di sektor interior yang bertujuan untuk  mengoptimalkan kenyamanan  bagi para penumpang sepanjang perjalanan. Instalasi  meja lipat yang terpasang pada sandaran punggung kursi depan dan sandaran tangan pada kursi baris kedua  memberikan kenyamanan optimal bagi para penghuni  bangku tengah. Tidak lupa kursi berlapis  kulit untuk   menciptakan  kesan mewah pada varian teratas. di tipe termahal. AC double blower di samping kursi belakang  menjamin kesejukan hawa dalam kabin demi kenyamanan para penumpang. Di sektor hiburan tersedia  in car entertaiment dengan kelengkapan seperti  monitor atap dan DVD player.

Evalia tetap mengandalkan  HR15DE tetap menjadi andalan. Walau  sama persis dengan mesin yang digunakan pada Grand Livina, mesin Evalia sudah lebih dahulu menerapkan  sistem injektor ganda dan  dual CVTC.  Alhasil,  konsumsi BBM tetap ekonomis walau  belum  sebaik Grand Livina lantaran Evalia lebih berat  dan desain bodinya kurang aerodinamis. Di sisi lain, transmisi otomatis 4-speed yang dipakai Evalia  telah dilengkai dengan oil cooler sehingga kinerjanya tetap stabil walau bekerja dalam kondisi  yang berat.

Sejatinya, Evalia adalah kendaraan komersil untuk mengantar beragam barang seperti katering dan peralatan rumah tangga seperti kulkas, kompor, mesin cuci dan lainnya. Bukti  sebagai derivatif kendaraan komersil bisa dilihat pada penggunaan  pelek  14 inci dengan profil tebal. Sedangkan kursi baris kedua tidak memiliki fasilitas maju mundur. Lalu  yang paling mencolok adalah jendela belakang tanpa  power window dan tanpa  mekanisme pemutar kaca. Sebagai gantinya, kaca jendela tengah  dilengkapi kaca kecil geser.

Hal menarik lainnya yang ditawarkan oleh Evalia terletak pada kelengkapan panel instrumen  yang komprehensif. Semisal  speedometer yang didampingi tachometer dan MID (multi information display) yang menampilkan  data  informatif dengan tampilan digital. Untuk varian  termahal, MID  dapat berubah jadi layar tampilan bagi kamera parkir  saat pengemudi memasukkan gigi  mundur. Dari segi pengendaraan,  peredaman suspensi  Evalia terasa sedikit lebih keras namun  lebih stabil pada  kecepatan tinggi.  Posisi mengemudi  ergonomis  menjadikan  Evalia lebih nyaman saat dikemudikan  dalam perjalanan panjang.

Data spesifikasi
Spesifikasi
Harga                 Rp 177,750 juta– Rp  221,350 juta
Dimensi (P/L/T)         4.400/ 1.695/ 1.850
Jarak sumbu roda  (mm)      2.725
Mesin
Tipe                 I-4 DOHC 16 katup dual CVTC, dual injector
Kapasitas (cc)             1498
Tenaga (tk/rpm)         107/5600
Torsi (Nm/Rpm)             145/4000
Transmisi             manual 5-speed/otomatis 4-speed

PLUS
Performa, konsumsi BBM, fitur
MINUS
Aura komersil, kaca geser samping

IMG_8948 IMG_8846 IMG_8854 IMG_8850 IMG_8789 IMG_8811

Toyota Sienta

Kehadiran  Toyota Sienta di pasar otomotif Indonesia memang sudah lama ditunggu konsumen, apalagi  PT Toyota-Astra Motor (TAM) tidak punya jagoan di segmen MPV pintu geser bermesin 1,5 liter. Jangan heran kalau sejak setahun  lalu, konsumen  mulai kasak-kusuk mencari  informasi tentang MPV  yang sangat populer di Jepang ini. Makanya wajar saja kalau Toyota akhirnya menjadikan Indonesia sebagai negara kedua yang menjadi pasar Sienta setelah Jepang dan sekaligus menjadi basis  produksi Sienta.

Menilik  dimensi dan penampilan,  tampaknya TAM memposisikan Toyota Sienta di segmen pasar  yang kosong di antara  Avanza dan Kijang Innova. Secara teknis, Sienta  berkompetisi melawan  Honda Freed (dan juga Nissan Evalia) berkat kapabilitas angkut  7 penumpang  dan pintu geser serta mesin 1,5 liter plus pilihan transmisi manual atau otomatis. Yang unik, Sienta menganut desain eksterior yang mirip dengan sepatu hiking. Alhasil, mungkin bagi sebagian orang butuh waktu untuk bisa menerima gaya desain eksterior tersebut.

Dibanding Sienta versi JDM yang tersedia untuk pasar negeri mentari terbit, Sienta yang dipasarkan di Indonesia memiliki sejumlah perbedaan. Contohnya ground clearance yang cukup  tinggi  (170 mm) atau  lebih tinggi 5 mm daripada Honda Freed. Kenapa lebih tinggi? Karena kondisi jalan aspal di Indonesia yang beragam dan banyak dihiasi speed trap. Selain itu, posisi tuas transmisi dipindahkan dari dashboard ke lantai di antara kedua kursi depan dan pada varian dengan CVT dilengkapi dengan mode manual shift untuk memberikan kesan sporty.

Secara umum, Sienta menawarkan fitur yang tergolong komprehensif seperti  lampu LED dengan auto leveling,  rem cakram untuk semua roda plus teknologi ABS, EBD dan BA. Lalu  untuk varian  Q sudah dilengkapi fitur  keselamatan aktif Vehicle Stability Assist dan Hill Start Assist yang umumnya menjadi fitur standar pada mobil di segmen lebih tinggi. Begitu pula dengan sistem hiburan yang cukup lengkap seperti head unit 7-inci  dengan fitur screen mirroring, web browser, DVD, AVX, MP3 dan voice command.

Toyota Sienta didukung  mesin 2NR-FE 4 silinder 1.497 cc DOHC 16 katup dual VVT-i. Pada dasarnya, mesin yang dipakai Sienta  sama  dengan mesin yang digunakan  Toyota Avanza namun ada perbedaan karena mesin Sienta disiapkan  untuk sistem penggerak roda depan (sedangkan Toyota Avanza menganut sistem penggerak roda depan). Untuk transmisinya, tersedia pilihan  manual 6-speed dan CVT 7-speed dengan mode manual shift. Secara umum, penggunaan CVT memberikan keuntungan tersendiri bagi Sienta karena pergerakan terasa halus dan secara teoritis  mengoptimalkan efisiensi  BBM.
Bicara soal ruang penumpang,   kabin  terasa lapang untuk penghuni kursi depan dan tengah walau  ruang kepala  terasa kurang lapang. Di sisi lain, akses  menuju  kursi belakang mengharuskan Anda untuk  melipat lebih dulu bangku baris kedua.  Seperti biasa,  ruang gerak  jok belakang bangku baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan yang tidak butuh waktu lama.  Jadi kalau  tidak  dibutuhkan, lipat saja bangku belakang yang bisa disimpan  di bawah  kursi  tengah  dengan sistem  Dive-In Seat.

Plus
Minus
 
Data spesifikasi
Spesifikasi
Harga                 Rp 230 juta – Rp 295 juta
Dimensi (P/L/T)         4.235/ 1.695/ 1.695
Jarak sumbu roda  (mm)      2.750
Mesin
Tipe                 I-4 DOHC 16 katup dual VVT-i
Kapasitas (cc)             1496
Tenaga (tk/rpm)         107/6000
Torsi (Nm/Rpm)         140/4.200
Transmisi             manual 6-speed/CVT 7-speed

_TED7709_path IMG_0464 IMG_0456 IMG_0448_ok DSCF3741 IMG_0467

Kesimpulan

Honda Freed

Sejatinya Honda Freed masih menawarkan keunggulan  kompetitif untuk bersaing dengan para rivalnya. Mulai performa mesin, captain seat, kursi belakang model lipat hingga akses kabin yang mudah.  Hanya saja, penampilan eksterior Freed yang sudah semakin berumur menjadi PR tersendiri bagi Honda untuk menentukan langkah berikutnya.

Nisan Evalia

Walau berasal dari kendaraan niaga,  Nissan Evalia mampu menawarkan keunggulan kompetitif sebagai MPV kelas alternatif. Performa mesin yang prima dan kinerja transmisi  yang impresif menjadi nilai jual yang menarik.  Selain itu, kepraktisan dan utilitas kabin,  ruang dalam yang lapang  dan sejumlah penyegaran membuat  Evalia tetap menjadi pertimbangan tersendiri.

Toyota Sienta

Toyota Sienta membawa kesegaran baru di segmen MPV dengan pintu geser bermesin  1,5 liter  melalui  desain yang unik, pintu geser  fungsional dan kabin yang lapang. Sebagai produk baru, mari menunggu reaksi pasar terhadap Sienta yang diproduksi di Indonesia. Apalagi, pesaing terdekatnya (Honda Freed) sudah siap berganti dengan generasi yang lebih

Read more:
New-Honda-Jazz-Europe-front
Geneva Motor Show Honda Luncurkan Jazz untuk Pasar Eropa

Pada ajang Geneva Motor Show 2015, Honda akan memperkenalkan Jazz terbaru yang akan dipasarkan di eropa dan akan mulai dijual...

Close