Komparasi Toyota Fortuner, Toyota Hiux dan Toyota Kijang Innova

0

Ulasan

mobilmotor.co.idCommon platform sharing kini menjadi rumus andalan para pabrikan mobil untuk mengembangkan produk baru. Inilah  Salah satu contoh penerapan  common platform sharing yang sukses di pasar global.   

Beberapa waktu lalu, setiap pabrikan mobil selalu mengeluarkan banyak waktu, tenaga dan uang saat melakukan pengembangan produk baru untuk menggantikan produk sebelumnya yang memang sudah habis masa edarnya. Alhasil, sering sekali produk tersebut menghabiskan banyak sumber daya, padahal belum tentu bisa dijual dalam jumlah yang banyak untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan. Di sisi lain, setiap produk sudah memiliki  masa produksi  untuk sekian waktu tertentu semisal 5 tahun atau 10 tahun. Sebab, pabrikan harus selalu menjaga produknya agar memiliki nilai jual yang kompetitif sehingga tetap diminati oleh konsumen. Belakangan, biaya pengembangan produk mengalami peningkatan yang luar biasa sehingga ujung-ujungnya harga jualnya menjadi mahal dan tidak kompetitif lagi saat harus bersaing dengan produk lain yang sekelas dan dijual oleh para kompetitor.

Salah satu cara yang banyak ditempuh oleh pabrikan mobil saat ini untuk menjembatani segenap tuntutan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknik common platform sharing. Melalui teknik tersebut, pabrikan mobil cukup membuat satu platform yang  kemudian  dikembangkan lebih lanjut menjadi bermacam-macam  produk mobil. Uniknya, produk akhir yang diciptakan melalui common platform sharing bisa berbeda-beda karakternya secara kontras seperti  membuat MPV, SUV dan pick-up double cabin.

Di antara pabrikan mobil yang menerapkan pendekatan common platform sharing terdapat nama Toyota. Sejatinya bukan kali ini saja Toyota memakai metode tersebut karena mereka sudah melakukannya sejak lama dan salah satu yang paling sukses adalah program IMV pada 2004 lalu yang telah menghasilkan Kijang Innova (MPV), Hilux (pick-up) dan Fortuner (SUV). Dan kini proyek tersebut memasuki generasi kedua melalui produk-produk yang sama namun lebih modern dan dinamis sesuai perkebunan waku di Bandung

Secara teknis, mengembangkan MPV, pick-up dan SUV yang berasal dari satu platform yang sama tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tim engineering. Sebab, tiga jenis mobil itu mempunyai karakter tersendiri yang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, MPV menawarkan daya angkut penumpang dan barang dalam satu waktu secara bersamaan disertai pengaturan konfigurasi kabin dan kursi yang optimal. Sedangkan pick-up lebih mengutamakan daya angkut barang secara intensif. Namun ada pula pick-up double cabin yang memadukan antara daya angkut penumpang yang lebih banyak daripada pick-up konvensional dengan daya angkut barang yang maksimal. Lalu bagaimana dengan SUV? Selain daya angkut barang dan penumpang, SUV juga dituntut memiliki kapabilitas jelajah segala  medan yang optimal.

Berangkat dari  kebutuhan konsumen yang saling berlainan tersebut, tentunya untuk setiap jenis produk mendapatkan “tuning” spesifik yang disesuaikan dengan kondisi pemakaian oleh para konsumen. Semisal, karakter suspensi yang berbeda antara MPV,  SUV dan pick-up. Dari segi konstruksi, ketiganya memakai suspensi depan yang sama; double wishbone yang menawarkan pengendalian dan stabilitas yang optimal. Sebaliknya,  suspensi belakang pada  MPV dan SUV disiapkan untuk membawa penumpang sehingga keduanya menganut suspensi belakang jenis solid live axle plus per keong (coil spring). Sedangkan Hilux memakai suspensi belakang model solid live axle dan per daun yang memang dirancang khusus untuk kemampuan mengangkut beban muatan (barang) kelas berat.

Lalu pemilihan  mesin atas dasar pertimbangan kondisi pemakaian yang relatif  lebih mudah mendapatkan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal itu terkait penerapan mesin diesel generasi terbaru (seri GD) untuk  MPV Kijang Innova dan SUV Fortuner. Pemilihan mesin diesel seri GD tentunya telah mempertimbangkan pemakaian Kijang Innova dan Fortuner yang lebih banyak beredar di kota-kota besar. Sebaliknya,   Hilux masih memakai mesin lama (seri KD) karena disesuaikan dengan kondisi pemakaian yang relatif lebih berat daripada MPV dan SUV. Maklum saja, solar non Perta Dex lebih banyak tersedia di berbagai pelosok Indonesia.

O ya, karena sejak awal disiapkan sebagai people carrier, Kijang Innova dan Fortuner sama-sama menawarkan kapasitas angkut penumpang hingga 8 orang plus sedikit barang. Sebaliknya, Hilux dirancang selaku kuda beban. Makanya, kapasitas angkut penumpang Hilux hanya tersedia hingga 5 orang (untuk varian double cabin). Kini pilihan beerada di tangan Anda.

Toyota Fortuner

sosoknya  tampil sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Sepintas, kap mesin terlihat  lebih tipis disertai  desain grille yang tampil lebih gagah. Lampu depannya kini memadukan  model proyektor  disertai  DRL (daytime running light) dan dilengkapi  Auto Leveling yang membuat penampilan  wajah  Fortuner  generasi terbaru terlihat lebih elegan. Pada  sisi  belakang, terlihat desain lampunya  model horizontal yang melebar sampai pintu bagasi dan  terdapat  spoiler atas. Satu nilai jual unggulan Fortuner generasi terbaru terletak pada  pintu bagasi  yang dilengkapi dengan  sistem Power Back Door yang bekerja secara elektrik sehingga lebih praktis. Selain itu,  posisi bukaan  pintu bagasi  bisa diatur sesuai kebutuhan demi  kenyamanan dan kemudahan untuk memasukkan atau mengeluarkan  barang bawaan.

Interior   Fortuner dihiasi panel instrumen dengan desain baru  yang tampil lebih sporty dan  dilengkapi  layar warna TFT. Perangkat ini  memberikan informasi melalui layar serba guna (MID) yang informatif dan mudah digunakan. Kini semua  varian  Fortuner  dilengkapi kemudi model baru dengan multi function steering switch dan paddle shift untuk varian yang bertransmisi otomatis. Guna menambah kenyamanan  penumpang selama perjalanan, Toyota melengkapi kabin Fortuner dengan sistem audio berupa head unit  7,5 inci yang dilengkapi   fasilitas pemutar DVD/CD, radio,  Bluetooth, slot USB/SD Card, dan slot  aux-in/iPod. Tidak ketinggalan  sistem navigasi satelit (GPS).

Mesin diesel seri GD 2,4 liter dengan teknologi  common rail terbaru memberikan performa yang  impresif  walau kapasitasnya lebih kecil daripada mesin diesel seri KD yang dipakai pada generasi sebelumnya. Alhasil,  Fortuner terbaru ini mampu menghasilkan akselerasi yang responsif dan mantap. Karakter khas mesin diesel modern yang menghasilkan  torsi besar pada putaran rendah menjadikan Fortuner selalu kuat dan bertenaga di setiap putaran mesin, mulai  rendah hingga tinggi. Enaknya lagi transmisi otomatis 6-speed  generasi baru milik Fortuner mampu bekerja  dengan halus dan responsif. O ya, transmisi Fortuner dilengkapi fitur multi mode seperti Eco Mode dan Power Mode. Pengemudi bisa memilih mode kerja transmisi yang paling sesuai dengan kondisi pemakaian, apakah mengutamakan  efisiensi atau mengejar  akselerasi.  Selain itu, pengemudi juga bisa langsung memanfaatkan fitur manual shift melalui tuas transmisi atau paddle shift.

Sebagai SUV, Fortuner menawarkan karakter pengendalian yang  cukup stabil dan mantap disertai  peredaman  suspensi yang tergolong  medium hard. Paduan suspensi  depan double wishbone  dan solid axle 5-link   menjadikan Fortuner terbaru ini siap  diajak menjelajah  berbagai kondisi jalan dan medan. Sistem rem  Fortuner terbaru didukung  rem cakram  di roda depan dan rem  tromol di roda belakang serta  dilengkapi  ABS dan EBD  sehingga  memberikan rasa aman saat  menjelajah  ke mana saja dan menciptakan rasa tenang  saat melaju kencang.

Spesifikasi
Harga               Rp 462,2 juta – Rp 633,7 juta
Dimensi (P/L/T)     4.795/ 1.855/ 1.835
Wheelbase (mm)      2.745
Mesin
Tipe                I-4, DOHC 16 katup turbo diesel
Kapasitas (cc)      2.393
Tenaga (tk/rpm)     147/3.400
Torsi (Nm/Rpm)      360/1.200-2.600
Transmisi           manual 6-speed/otomatis 6-speed

Plus
Torsi, akselerasi , daya jelajah, kabin
Minus
Kursi belakang, noise


IMG_2792
IMG_2809 IMG_2816 IMG_2820 IMG_2823 IMG_2829 IMG_2848 IMG_2858

Toyota Hilux

Generasi terbaru pick-up legendaris Toyota ini tampil modern dan stylish. Hal itu terlihat dari sosoknya yang tampil dengan gaya desain bodi yang  menarik tanpa melupakan aspek utilitas dan fungsionalnya serta jadi diri aslinya sebagai kendaraan komersil. Selain itu, penampilan Hilux juga cukup representatif jika digunakan untuk keperluan “normal” oleh sang pemilik semisal masuk keluar mall,  pusat perbelanjaan atau hotel.

Saat memasuki  kabin  terlihat nuansa  lapang disertai  desain jok yang lebih ergonomis. Dasbor  dengan panel instrumen yang  memadukan sentuhan  analog dan digital semakin memudahkan pengemudi untuk memantau semua kondisi selama pengoperasian kendaraan ini. Untuk memudahkan pengemudi mendapatkan posisi mengemudi  yang paling pas,  kursi  dilengkapi dengan pengaturan maju- mundur dan naik-turun  secara elektrik, kemudinya  juga didukung  dengan fitur tilt  dan telescopic. Sedangkan AC  menjadi perlengkapan standar untuk  menambah kenyamanan selama perjalanan.

Kinerja mesin diesel generasi  KD yang didukung  teknologi Variable Nozzle Turbo (VNT) dengan sistem common rail tidak diragukan lagi.  Karakter mesin diesel yang memiliki torsi besar (350 Nm/1.600 – 2.800 rpm) menjadikan Hilux selalu bertenaga di setiap putaran mesin mulai  rendah hingga  tinggi. O ya, mesin diesel seri KD ini sudah terbukti andal dan tangguh serta tidak “alergi” dengan solar berkualitas seadanya.

Menyandang perangkat sistem gerak 4×4, kurang lengkap  rasanya jika kemampuan jelajah alam  Hilux  tidak diuji. Hilux menganut sistem 4×4 jenis part time dengan aktivasi elektrik melalui  tombol putar di dashboard.  Tersedia tiga pilihan sistem gerak  di Hilux yaitu 2H (2WD, RWD), 4H (4WD, Hi) dan 4L (4WD, Low). Aktivasi  dari mode 2H ke mode 4H, bisa dilakukan saat mobil sedang melaju atau shift on the fly, tentunya kecepatan tidak boleh melebihi  100km/jam. Sedangkan perpindahan dari mode 4H ke 4L harus dilakukan saat kendaraan berada dalam kondisi berhenti total atau  melaju  dengan kecepatan sangat rendah. Secara umum, performa Hilux dalam hal jelajah alam berkat sistem 4×4-nya tidak perlu diragukan lagi karena  sudah sangat melegenda.

Di sisi lain, aspek dasar Hilux sebagai kendaraan komersil atau kuda beban tercermin melalui paduan suspensi depan jenis double wishbone dan suspensi belakang tipe solid live axle dengan per daun. Komposisi ini diklaim mampu memberikan kompromi terbaik antara kenyamanan, pengendalian dan daya angkut muatan yang optimal. Walau harus diakui, peredaman suspensi belakang terasa heavy duty (keras) terutama jika Hilux berada dalam kondisi bermuatan kosong karena bak barang tidak diisi apapun. Makanya, perlu diberikan muatan tertentu agar peredaman suspensi belakang tidak terasa kaku.

Plus
Torsi Akselerasi Sistem 4×4
Minus
Noise Suspensi

Harga Rp 440,4  juta
Dimensi (P/L/T) 5.285/1.800/1.815
Wheelbase (mm) 3.085
Mesin
Tipe I-4, DOHC 16 katup, turbo diesel
Kapasitas (cc) 2.494
Tenaga (tk/rpm) 142/3.600
Torsi (Nm/Rpm) 350/1.600-2.800
Transmisi otomatis 5-speed

IMG_4655_ok IMG_4664_path IMG_4681_ok IMG_4685 IMG_4691_ok IMG_4694_ok

Toyota Kijang Innova

Berbeda dengan Kijang Innova generasi sebelumnya, kini Kijang Innova generasi terbaru ditawarkan  dengan mesin diesel generasi baru 2GD-FTV  berkapasitas 2,4 liter yang juga dipakai  oleh Toy­ota Fortuner generasi terbaru. Secara teknis, mesin diesel generasi baru ini mempunyai volume silinder yang  lebih kecil daripada  mesin 2KD-FTV (2,4 liter vs 2,5 liter) namun lebih unggul dalam hal  produksi tenaga dan torsi.  Mesin 2KD-FTV 2,5 liter menghasilkan 102 hp dan  260 Nm, sementara  mesin 2GD-FTV 2,4 liter memproduksi  150 hp  dan 360 Nm. Tidak hanya  mesin diesel generasi baru, transmisi otomatis 6-speed yang digunakan Kijang Innova generasi terbaru juga hasil pengembangan terakhir.

Secara umum, besarnya torsi yang dihasilkan mesin diesel seri GD dibanding mesin diesel seri KD memberikan sensasi akselerasi yang berbeda pada Kijang Innova  terbaru. Intinya, responsif tanpa mengorbankan aspek efisiensi khas mesin diesel  berkat torsi yang berlimpah ruah pada  putaran rendah sekitar 2.000 rpm. Selain itu, penambahan dua gear ratio pada transmisi  membantu   Kijang Innova generasi ke-2  ini untuk meraih akselerasi impresif dan juga mencapai  kece­patan puncak lebih tinggi serta tetap hemat  bahan bakar.

Kabin All New Kijang Innova juga semakin mewah dibanding­kan  Kijang Innova terdahulu melalui deretan  fitur canggih. Tercatat  fitur MID dengan layar sentuh 8 inci plus internet dan radio digital, lampu depan LED otomatis, lampu kabin LED, dan AC digital. Sedangkan  varian termewah 2.4Q sudah dilengkapi dengan fitur sistem kontrol stabilitas dan tujuh  unit airbag yang tersebar di seluruh kabin. Penumpang di kursi tengah  dimanjakan oleh jok kapten dengan sandaran  tangan,  meja lipat di belakang sandaran kursi depan dan power outlet  12 V di konsol tengah.

Kesimpulan secara menyeluruh,  paduan antara  mesin diesel terbaru dan transmisi otomatis 6-speed   terbaru memberikan driving feel yang  lebih impresif dan cocok untuk  meningkatkan nilai jual mobil keluarga legendaris  ini. Besarnya torsi mesin menjadikan  Kijang Innova  semakin menyenangkan  untuk pemakaian harian disertai konsumsi bahan bakar yang ekonomis.

 

PLUS
Kabin, performa, efisiensi
MINUS
Dimensi

Spesifikasi
Harga                          Rp 340 juta – Rp 432,2 juta
Dimensi (P/L/T)          4.735/ 1.830/ 1.795
Wheelbase (mm)         2.750
Mesin
Tipe                             I-4, DOHC 16 katup turbo diesel
Kapasitas (cc)              2.393
Tenaga (tk/rpm)           147/3.400
Torsi (Nm/Rpm)          360/1.200-2.600
Transmisi                     manual 6-speed/otomatis 6-speed

DSC07181 DSC07201 IMG_8968 IMG_8988 IMG_8990 IMG_8995

Kesimpulan

Toyota Forturner menawarkan kemampuan jelajah  yang mumpuni di  semua medan. Jadi, tidak salah jika Anda memilih mobil untuk ini kebutuhan petualangan dan tidak menutup kemungkinan  menjelajah aspal perkotaan. Berbekal  ground clearance yang tinggi, Fortuner mampu melintasi kawasan rawan  banjir seperti di beberapa wilayah Indonesia yang  memiliki cukup banyak jalanan yang sering tergenang air karena dilanda hujan.

Toyota  Hilux menjadi  pilihan menarik karena  selain dapat mengangkut barang, pick-up ini  dilengkapi pula dengan fitur sistem gerak 4×4 sehingga memberikan  kemampuan dan daya jelajah segala medan dan jalan secara optimal. Tidak salah jika Anda yang memiliki  jiwa petualangan  kental  untuk memiliki mobil ini.

Toyota Kijang Innova generasi ke-2 dengan  mesin Diesel terbaru ini  semakin mengukuhkan dominasinya dan legendanya  sebagai  mobil keluarga. Torsi mesin diesel yang berlimpah mempermudah  pemakaian operasional harian disertai  efisiensi  bahan bakar yang optimal.  Ruang kabin juga semakin nyaman berkat  kesenyapan dan kelengkapan fasilitas selama perjalanan.

Read more:
IMG_1194
OICA Beri Dukungan Pada Pelaksanaan GIIAS 2015

JAKARTA - OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Pameran Otomotif yang diselenggarakan  di Indonesia oleh...

Close