Komparasi Mazda Biante Skyactiv , Serena HWS, Toyota Kijang Innova V MT

0

Ulasan

mobilmotor.co.id Segudang nilai tambah untuk memenuhi beragam kebutuhan pemakainya
Menilik pasar otomotif Indonesia, terlihat jelas bahwa segmen pasar MPV (Multi Purpose Vehicle) masih menjadi tulang punggung penjualan bagi banyak APM (Agen Pemegang Merek). Sebagai pembuktian, bisa dilihat dari volume penjualan MPV setiap  tahun yang melebihi segmen lain, seperti sedan, hatchback, dan SUV. Untuk tahun 2015, Gaikindo mencatat data penjualan MPV yang mencapai lebih dari 300.000 unit atau sekitar sepertiga total penjualan mobil di Indonesia.

Banyak kalangan yang menyebutkan alasan daya angkut penumpang dan barang yang menjadi keunggulan utama MPV dibandingkan jenis mobil lain. Kelebihan itu terutama disumbangkan oleh utilitas kabin dan pengaturan kursi yang sangat fleksibel. Yang jelas, kalau Anda mengajak keluarga berwisata ke tempat wisata, tentunya Anda akan memakai MPV dan bukan sedan. Di sisi lain, MPV memiliki  kapabilitas angkut muatan yang lebih optimal jika dibandingkan dengan mobil kendaraan penumpang lainnya.

Secara rata-rata, MPV mempunyai kursi sebanyak tiga baris. Selain lebih banyak dibandingkan jenis mobil lainnya, kursi MPV punya pengaturan fleksibel sehingga bisa mengakomodasi beragam kebutuhan penumpang. Pengaturan kursi yang fleksibel berperan memaksimalkan pemanfaatan kabin untuk berbagai keperluan lain, seperti membawa muatan tambahan, selain penumpang tentu saja.

Belakangan, posisi MPV sebagai pengangkut penumpang mengalami pergeseran. Semula, MPV berperan sekadar mobil pengangkut penumpang. Kini, MPV sudah menjadi simbol status sosial pemiliknya dan menjelma sebagai mobil serbaguna  yang mewah dan nyaman. Malah, memilih MPV dianggap sebagai bukti kepedulian kepada keluarga karena predikat MPV sebagai mobil keluarga masih belum hilang sampai hari ini.

Dalam rubrik “Komparasi” kali ini, setiap MPV mempunyai konsep produk berlainan. Kijang Innova terbaru memakai konstruksi body on frame a la truk pikap dan SUV tradisional, sedangkan Biante dan Serena memanfaatkan konstruksi monocoque body. Hasilnya, Kijang Innova terbaru disiapkan sebagai MPV all round, sementara Biante dan Serena dirancang untuk penjelajah jalan aspal mulus. Uniknya, Biante dan Serena memiliki karakter berbeda. Biante mengedepankan fun to drive, sebaliknya Serena menawarkan kenyamanan prima.

Ketiganya sama-sama menawarkan mesin bensin 4 silinder 2,0 L dan transmisi otomatis (konvensional atau CVT) untuk memanjakan pemakainya. Saat ini, MPV kelas 2,0 L menjadi favorit konsumen karena menawarkan kompromi yang pas antara performa dan efisiensi. Kini, the choice is yours.

Mazda BIante Skyactif

Sosoknya memang unik dengan sentuhan desain yang tidak biasa bagi orang kebanyakan. Namun, itulah salah satu faktor yang menarik bagi konsumen yang tidak ingin tampil biasa-biasa saja. Di sektor eksterior, terlihat tampilannya agak berubah berkat  grille  baru berlapis krom. Lalu, di samping bawah, terdapat moulding chrome yang memanjang dari depan sampai ke belakang. Lampu belakang juga telah menganut teknologi LED.

Proporsi bodinya kini lebih lebar dan jarak sumbu roda panjang memungkinkan   kursi tengah bisa digeser ke empat arah (maju, mundur, kiri, kanan) untuk memberikan kenyamanan prima. Ini juga mmebuat Biante mampu memuat sampai delapan orang jika jok tengah dirapatkan. Konfigurasi kursinya sangat mengesankan dengan total 10 macam pengaturan. Yang menarik adalah jajaran tiga baris kursi ini menganut sistem teater sehingga penumpang belakang duduk lebih tinggi dibandingkan penumpang di depannya. Ini membuat pandangan ke segala arah tetap luas.

Mazda membekali Biante dengan mesin SKYACTIV-G 2.0L yang sarat teknologi. Fitur i-Stop, misalnya, akan mematikan mesin saat mobil sedang diam, seperti saat menunggu lampu lalu lintas. Mazda mengklaim proses menghidupkan kembali mesin hanya butuh waktu 0,35 detik berkat pengaturan piston yang tepat saat mesin mati.

Dari segi pengendalian, Biante terasa menyenangkan berkat pengendaraan yang nyaman dan mantap sehingga mengemudi jarak jauh selama berjam-jam tidak membuat pengemudi dan penumpang merasa lelah.  Selain itu, kualitas peredaman NVH (Noise, Vibration, and Harshness) patut diacungi jempol karena mampu memberikan kenyamanan prima selama perjalanan.

 

Plus

Kabin, efisiensi, pengendalian

Minus

 

Harga

Harga Rp433 juta—Rp457,5 juta

Dimensi (P/L/T)  4715/1835/1770

Wheelbase (mm) 2850

Mesin

Tipe I-4, DOHC 16 katup, Skyactiv-G

Kapasitas (cc) 1997

Tenaga (tk/rpm) 149/6000

Torsi (Nm/Rpm) 190/4100

Transmisi  Otomatis 6 percepatan

IMG_7063 IMG_1117 IMG_1116 IMG_1111 IMG_1107 DSC09826 DSC09824 DSC09822 DSC09807 DSC09810 DSC09813 DSC09816 DSC09821 DSC09806 DSC09805 DSC09803 DSC09801 DSC09800

Nissan Serena HWS

Sosok Nissan Serena berkode C26 ini memang sangat berbeda dengan  generasi sebelumnya (C24). Bukan hanya eksteriornya yang modern, kabinnya juga  demikian. Pada 2015, Serena tampil segar melalui facelift di bentuk lampunya. Sementara itu, fungsi utamanya sebagai MPV yang lapang dan menawarkan utilitas tinggi tidak  berubah.

Serena mengandalkan mesin 4 silinder berkapasitas 2,0 L dengan tenaga 147 tk dan transmisi CVT yang bekerja halus dan mulus. Dibandingkan CVT di mobil sejenis lainnya, CVT Serena dilengkapi fitur Sport Mode untuk memaksimalkan performa pada  putaran tinggi. Dengan mengaktifkan fitur ini, performa mesin akan terasa lebih responsif.

Seperti Serena terdahulu, sosok Serena C26 menampilkan kesan MPV yang sangat kental melalui bodi yang mengotak. Bukan sekadar kotak, namun Serena terlihat modern dengan bodi belakang yang tinggi dan sisi landai. Tak lupa, sisi depan dilengkapi Daytime Running Light bertajuk Signature Lamp yang elegan dan berkelas. Di belakang, lampu LED yang menegaskan kesan Jepang telah membuat sosok Serena  berbeda dibandingkan pendahulunya.

Kabin Serena dilengkapi kaca lebar di berbagai sisi yang menciptakan kesan lapang dan lega serta memberikan visibilitas yang optimal. Kesenyapan kabin cukup baik, dan untuk pengemudi, posisi duduknya ergonomis untuk sebuah MPV. Jok tengah dan belakang berukuran langsing sehingga boleh jadi terasa kurang nyaman bagi sebagian konsumen. Selain itu  tidak ada armrest sebelah luar untuk kursi tengah. Namun, kabin Serena menjanjikan kenyamanan untuk perjalanan jauh, ditambah ruang bagasi yang memadai bagi penyimpanan aneka barang bawaan, termasuk ruang simpan di bawah dek lantai.

Sebagai MPV, Serena memiliki karakter agak limbung karena berhubungan dengan peredaman suspensi yang mengutamakan kenyamanan. Hasilnya, pengemudi  harus mengemudikan Serena secara halus. Dibandingkan dengan rivalnya, Serena menawarkan fitur yang tergolong lengkap. Konsumen dimanjakan dengan atap panoramik, Cruise Control, monitor touch screen, monitor TV belakang, Digital Climate Control, DRL, lampu HID, kamera parkir, serta double blower.

Plus 

Kenyamanan, akomodasi kabin

 

Minus

Pengendalian, ground clearance

 

Harga Rp364 juta—Rp441 juta

Dimensi (P/L/T) 4770/1.735/1.865

Wheelbase (mm) 2.860

Mesin

Tipe I-4, DOHC 16 katup

Kapasitas (cc) 1997

Tenaga (tk/rpm) 145/5.600

Torsi (Nm/Rpm) 206/4400

Transmisi CVT

IMG_1163 IMG_7057 IMG_4647 IMG_1170 IMG_7079 IMG_7080 IMG_7082 IMG_7086 IMG_7090 IMG_7091 IMG_7095 IMG_7097 IMG_7104 IMG_7106 IMG_7110 IMG_7112 IMG_7115 IMG_7120

Toyota Kijang Innova V MT

Tak lama setelah peluncuran All New Kijang Innova pada 23 November lalu, MM berkesempatan mencobanya dalam berbagai kondisi jalan, seperti aspal jalanan rusak, lintasan tanjakan berkelok, dan turunan berkelok. Dalam pengetesan ini, tersedia Innova tipe G A/T bermesin bensin 1TR-FE terbaru yang berteknologi Dual VVT-i 2.000 cc. Selain telah merasakan varian diesel termahal, kami juga penasaran dengan mesin bensin lama-tapi-baru ini. Disebut lama karena masih sejenis dengan Innova sebelumnya, dibilang baru karena kini menggunakan pengatur katup variabel dual VVT-i. Tenaga dan torsi juga hanya naik sedikit. Tenaga 139 PS naik 3 PS dari sebelumnya, sedangkan torsi hanya naik 0,1 kgm.

Kita mulai dari luar dulu. Dari  luar, eksterior tipe ini memang terlihat paling sederhana dibandingkan dengan dua tipe di atasnya, yaitu V dan Q. Ini karena absennya aksen krom yang terdapat di grille dan adanya lis kaca yang membuat tampangnya menjadi lebih sederhana. Selain itu, tatanan headlamp juga terlihat tidak ada proyektor seperti tipe Q dan minus LED di lampu depan. Di sisi lain, kenyamanan mobil ini boleh diacungi jempol. Suspensinya dapat meredam berbagai kontur jalan aspal rusak tanpa mengganggu kenyamanan.

Sasis yang diklaim sudah diganti bahannya agar lebih rigid benar terbukti di lintasan yang sangat berkelok-kelok, menghadirkan pengalaman berbeda karena mobil ini terasa stabil saat dikendarai. Bobot setir terasa pas pada kecepatan tinggi, sayangnya juga terasa agak berat pada kecepatan rendah. Kekedapan suara dari luar kabin sangat baik berkat peningkatan peredaman yang terpasang di firewall dan dasar lantai mobil sehingga suasana kabin juga lebih senyap, walaupun varian G ini adalah varian terendah All New Kijang Innova.

Tatanan dasbor bagian tengahnya sedikit berbeda, controller AC tidak digital seperti tipe Q, begitupun controler AC di bagian belakang juga tidak digital melainkan analog. Tapi, hal ini tidak mengganggu kualitas pendinginan, hanya menjadi perbedaan fitur kemewahan. Absennya fitur Ambient Light di varian G ini membuat kemewahan kabin agak berkurang. Tapi, perlu diingat, varian ini harganya sangat renyah dan cuma sedikit di atas Rp300 juta.

Saat menghadapi jalan-jalan menanjak dan berbelok, performa mesin bensin  terasa agak kewalahan dan jauh di bawah diesel. Kenaikan tenaga sedikit kami rasa habis terkompensasi peningkatan bobot. Agak menggelitik, hingga saat ini Toyota belum merilis bobot Innova terbaru. Tapi, dengan penambahan panjang 150 mm, lebar 55 mm, dan tinggi 45 mm dari sebelumnya, plus penambahan sejumlah fitur, logis rasanya kalau bobot pun meningkat. Akan lebih baik fungsikan fitur terbaru di mobil ini, yaitu Drive Mode yang memiliki posisi penyetelan Power. Gas terasa menjadi agresif dan perpindahan gigi terjadi saat rpm lebih tinggi agar tetap mendapatkan tenaga yang optimal saat menanjak. Power Mode juga sangat membantu saat ingin mendahului mobil yang berada di depan.

Plus

Interior, lincah, mesin

Minus

Noise, jok belakang

 

Spek teknis

Harga                                     Rp325,6 juta

Dimensi (PxLxT, mm)          4.735/1.830/1.795

Wheelbase (mm)                  2.750

Mesin

Tipe                                        1TR-FE, 4 silinder DOHC 16 katup

Kapasitas (cc)                        1998

Tenaga (tk/rpm)                    137/5.600

Torsi (Nm/rpm)                      183/4.000

Transmisi                               Otomatis 6 percepatan/ manual 5 percepatan

IMG_0428 IMG_0431 IMG_0434 IMG_0444 (null)_1 DSC07031 DSC07036 DSC07041 DSC07086 DSC07087 DSC07089 IMG_1162

Kesimpulan

Mazda Biante

Fitur berlimpah, desain menarik,  konsumsi bahan bakar yang hemat, kenyamanan bagi para penumpang, perangkat keselamatan, hingga konfigurasi kursi yang fleksibel menjadi senjata unggulan Biante yang membuatnya sangat kompetitif. Lebih dari semua aspek tersebut, Biante layak menjadi MPV yang mampu memberikan segala hal yang terbaik untuk  keluarga.

Nissan Serena HWS

Serena menawarkan kenyamanan dan akomodasi terbaik di kelasnya. MPV ini juga cukup menyenangkan untuk dikemudikan. Harga jualnya kompetitif dan kelengkapan fitur menjadikan Serena sebagai pilihan favorit di segmen pasar MPV kelas 2,0 L.

Toyota Kijang Innova IMT

Bila Anda hanya ingin sekadar menikmati Kijang Innova terbaru yang lebih nyaman dan modern di trim termurahnya, maka varian ini memberikan value for money yang baik. Tapi, bila ingin merasakan inovasi Toyota di sektor mesin, maka varian bermesin  diesel akan jauh lebih menyenangkan dan memberikan sensasi berbeda saat berakselerasi.

Read more:
surabaya
Surabaya Menjadi Penutup Rangkaian GIIAS Auto Show 2016

mobilmotor.co.id - GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) akan melanjutkan keberhasilan pelaksanaan GIIAS 2016 yang telah berlangsung 11-21 Agustus 2016...

Close