Mencegah Kecelakaan Saat Pencahayaan Minim

0

mobilmotor.co.id Jakarta – Seiring dengan semakin majunya teknologi pencahayaan di dunia otomotif. Beberapa jenis merek mobil ternama seperti Audi, Mercedes, atau Lexus, telah dilengkapi dengan sistem canggih tersebut yang bernama Automotive night vision.

Demi meningkatkan keamanan berkendara, perangkat canggih ini dapat memperpanjang jarak pandang dan visibilitas pengemudi dengan menggunakan melalui sistem kamera termografis, cahaya infra merah, heads up display dan instrument cluster. Bahkan fitur Automotive night vision system ini dapat mendeteksi benda sekecil apa pun yang ada di sekitar luar mobil Anda hingga binatang dan juga orang yang melintasi di depan mobil Anda hingga jarak 250 meter.

Dengan dilengkapi teknologi automotive night vision system ini, tingkat kecelakaan yang fatal dalam berkendara dapat lebih diminimalkan. Ini dikarenakan fitur automotive night vision system dapat melihat obyek lebih dulu, sebelum terdeteksi dengan lampu mobil.

Perlu diketahui bahwa automotive night vision system ini terbagi dalam dua jenis sistem, yaitu aktif dan pasif. Untuk jenis yang aktif menggunakan lampu infra merah saat mendeteksi benda atau binatang terkecil yang ada diluar mobil, serta memberikan penerangan yang maksimal di kegelapan. Dimana pada sistem pasif tersebut cara bekerjanya melalui radiasi panas dengan menggunakan thermographic camera.

Kelebihan dari menggunakan sistem aktif tersebut adalah dapat menghasilkan resolusi gambar pada monitor display di instrument cluster yang lebih tajam, dan juga lebih akurat cara kerjanya pada saat temperatur suhu udara disekitarnya sedan tinggi, serta sensor aktif yang berukuran kecil ini dapat diletakkan pada bagian kaca belakang.  Namun kekurangannya adalah efektifitas dari kerja sensor aktif kurang maksimal bekerjanya saat mendeteksi suatu benda dari jarak 150 hingga 200 meter.

Untuk mendeteksi jarak hingga dikisaran 300 meter, sistem pasif tersebut dapat membacanya lebih akurat dibandingkan sistem aktif, meskipun memiliki kekurangan yaitu kualitas resolusi gambarnya tidak sebaik seperti yang tipe aktif, dan dimensi sensornya juga lebih besar.

Perlu diketahui, bahwa teknologi automotive night vision systems ini sudah diterapkan sejak tahun 1988, tapi hanya digunakan pada jenis kendaraan yang mewah saja dan sebagai fitur opsional pada masa itu. Fitur ini pertama kali ditawarkan oleh General motor, Mercedes, Toyota dan Lexus adalah contoh mereka yang menggunakan sistem aktif, sedangkan sebagai contoh untuk jenis merek kendaraan honda dan bmw masih mengunakan jenis sensor yang pasif.

Pada tahun 2004 Honda juga telah menginteregasikan fitur pedestrian detection dengan intelligent night vision di Honda Legend, untuk mendeteksi dan memberikan sinyal peringatan melalui head up display saat ada penyebrang melewati depan mobil. Dan jika jarak antara mobil dan bidang manusia sudah terlalu dekat, secara otomatis sistem tersebut dapat menghentikan kendaraan tersebut. (AS)

Read more:
Photo 2
Pengurus Ikatan Motor Indonesia Pusat Masa Kerja 2016 – 2020 Resmi Dilantik

mobilmotor.co.id - Setelah sebelumnya sempat tertunda, Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat untuk masa kerja periode 2016 – 2020 akhirnya dilantik secara...

Close