Bagaimana Cara Kerja Fitur Electronic Stability Control?

0

mobilmotor.co.id Jakarta – Untuk meningkatkan keamanan berkendara, umumnya kendaraan terkini sudah dilengkapi dengan electronic stability control. Perangkat tersebut adalah sebuah teknologi komputerisasi yang dapat mengoptimalkan sisi pengendalian mobil Anda dengan cara mendeteksi dan meminimalisir slip.

Fitur tersebut terdapat dua jenis, ada yang secara otomatis akan menyala pada saat salah satu roda di mobil Anda kehilangan traksi dan ada juga yang dilengkapi dengan switch button, dimana dapat Anda matikan dan nyalakan sesuai kondisi jalan.

Sistem tersebut terinteregasi dengan perangkat anti lock brake system, dimana ketika adanya kehilangan kontrol pengendalian, maka secara otomatis sistem electronic stability control ini akan mengirimkan sinyal ke sistem ABS tersebut agar mengoptimalkan daya pengeremannya. Sistem ABS ini juga berfungsi untuk memompa rem mobil sebanyak delapan belas kali tiap hitungan detik, sehingga roda tidak terkunci saat pengemudi menginjak pedal rem yang dapat mengakibatkan mobil Anda kehilangan kontrol dalam waktu seketika.

Dengan demikian rem roda depan akan mencegah oversteer dan rem roda belakang mencegah understeer. Tak dapat dipungkiri juga, bawah pada saat kedua perangkat tersebut bekerja, maka secara otomatis electronic control unit pada mesin akan mengurangi sedikit tenaga pada mesin mobil Anda hingga pengendaliannya terkontrol kembali.

Fitur electronic stability control ini akan bekerja secara maksimal, pada saat kondisi permukaan jalan lagi licin atau berpasir.Secara otomatis sistem tersebut akan mengkalkulasi berapa penguncian traksi yang dibutuhkan pada roda depan dan belakang, agar mobil Anda tidak tergilincir dan tetap dalam posisi yang terkendali.

Kontrol traksi terdiri atas komponen – komponen sebagai berikut:

1. Wheel speed sensor
Fungsi dari wheel speed sensor ini adalah untuk memberikan informasi kepada perangkat anti lock electronic control unit ini untuk memberikan perintah kecepatan roda penggerak agar tidak terjadi penguncian . Microcontroller-nya akan memproses sinyal- sinyal percepatan dan kecepatan roda penggerak. Setelah itu data tersebut akan memproses sinyal- sinyal percepatan dan kecepatan roda penggerak.

2. Kontrol torsi engine
Peran dari kontrol torsi engine ini adalah untuk menjaga kondisi steady state plant, agar traksi pada keempat roda di mobil Anda tetap dalam keadaan terkontrol.

3. ECU (Electonic Control Unit)
Fungsi dari ECU (Electronic Control Unit) ini adalah untuk menerima sinyal dari wheel speed sensor melalui sinyal frekuensi, lalu memberi perintah tentang kecepatan roda penggerak. Setelah itu microcontroller pada wheel speed sensor tersebut akan menerima sinyal dari wheel speed sensor, lalu sinyal frekuensi tersebut memberi perintah tentang kecepatan roda penggerak. Microcontroller-nya akan memproses sinyal-sinyal percepatan dan kecepatan roda penggerak. Data data ini akhirnya akan menyiapkan basis perhitungan dalam menentukan nilai akhir yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya slip di roda.

Read more:
IORA 1
BMW Seri 7 dan BMW Seri 5 Jadi Kendaraan Resmi Leaders’ Summit Indian Ocean RIM Association 2017

mobilmotor.co.id - BMW Group Indonesia berikan dukungan bagi para pemimpin negara-negara peserta Leaders' Summit pada gelaran ulang tahun ke-20 Indian Ocean Rim...

Close