Awas! Airbag Tidak Berfungsi!

0

mobilmotor.co.id Jakarta Airbag yang dikenal juga dengan nama kantung udara merupakan perangkat keselamatan di kendaraan, terutama mobil. Saat kecelakaan lalu-lintas antara mobil dengan kendaraan lain atau objek tetap, maka pengemudi dan penumpang dilindungi dengan suatu kantong udara yang mengembang dalam hitungan milli detik.

Pada awalnya, kantong udara hanya dipasangkan untuk penumpang baris pertama (pengemudi). Dengan adanya tuntutan keselamatan bagi seluruh penumpang, maka kantung udara terpasang juga di baris kedua dan ketiga. Penempatan kantung udara pun terpasang di berbagai sisi ruang kabin, seperti di dasbor, setir, tiang pintu, dan di bagian belakang jok pengemudi.

Cara Kerja Airbag
Untuk mengembangkan kantung ini, prosesnya sangat cepat. Saat terjadi tabrakan, pemicu (sensor) akan mengaktifkan reaksi pembukaan kantung udara dengan sangat cepat atau dalam hitungan milikdetik. Setelah beberapa saat kemudian, kantong akan mengempis dengan sendirinya sehingga kantongtidak akan menghalangi pernapasan korban kecelakaan dan memudahkan pengemudi atau penumpang di sampingnya. Airbag itu sendiri berfungsi melindungi daerah kepala, leher, dan dada.

Namun, penggunaan sabuk pengaman tetap saja menjadi hal utama karena kantung udara tidak berfungsi mencegah pengemudi terlempar dari mobil. Karena itulah, selain airbag, sabuk pengaman tetap diperlukan.

Airbag Tidak Mengembang
Perlu diingat juga bahwa ada beberapa posisi benturan yang menyebabkan airbag yang tidak berfungsi dengan semestinya. Bahkan, jika bagian depan kendaraan mengalami perubahan bentuk yang signifi kan dari tabrakan, tergantung dari lokasi dan sudut tabrakan, dan juga bentuk dan kondisi benda yang ditabrak, kemungkinan kantung udara tidak mengembang. Hal ini bisa disebabkan karena objek benturan tidak terbaca oleh sensor.

Jenis-jenis tabrakan apa saja yang menyebabkan airbag tidak berkembang?
1. Ketika menabrak benda yang sempit/ kecil, seperti tiang atau pohon.
2. Ketika menabrak bagian bawah bodi belakang truk dan lainnya.
3. Ketika menabrak dengan sudut atau kemiringan di bagian depan.
4. Ketika ditabrak dari belakang.
5. Ketika ditabrak dari samping.
6. Ketika terguling.
7. Ketika menabrakan gundukan, pemisah jalan atau trotoar.
8. Ketika jatuh ke dalam lubang yang dalam atau parit.
9. Ketika mobil melompat atau menerjang lubang.

Contoh: Tidak selamanya sensor pengembang airbag bisa membaca benturan yang terjadi. Salah satunya adalah airbag depan tidak mengembang jika mobil menabrak tiang atau pohon yang ada di depannya. Hal ini disebabkan benturan hanya terjadi di satu daerah dan kekuatannya tidak bisa terdeteksi oleh sensor.

Selain itu menabrak bagian belakang truk juga tidak bisa mengatifkan airbag. Masalahnya, sensor yang berada di belakang bumper tidak mengalami benturan sehingga sensor tidak memberikan sinyal pengembangan airbag. Ini sangat berbahaya. Hindarilah menabrak belakang truk atau mobil sejenisnya.

Dari berbagai jenis tabrakan yang membuat airbag tidak mengembang, dapat disimpulkan bahwa airbag akan mengembang bila terjadi tabrakan yang terdeteksi oleh sensor. Jika benturan terjadi dalam kecepatan rendah, bisa jadi airbag tidak akan mengembang. Ada juga airbag yang didesain saling berhubungan dengan sabuk pengaman. Jika sabuk pengaman tidak dikenakan, maka airbag tidak akan mengembang jika terjadi tabrakan mobil.

Jenis Sensor
Dari permasalahan tabrakan yang ada, kini terdapat berbagai jenis sensor kecelakaan. Awalnya, sensor tabrakan hanya dipasang di bagian depan yang merupakan titik terbesar terjadinya benturan.

Mengikuti perkembangan saat ini, sensor terpasang langsung di modul airbag. Sensor ini mampu membaca kecepatan mobil dan kerasnya benturan secara baik sehingga berkembangnya airbag akan tepat waktu atau akurat.

Sensor Samping
Untuk beberapa jenis mobil, mungkin untuk mencegah tambrakan samping, ada yang menggunakan batang pelindung samping yang terpasang di setiap pintu (Side Impact Beam). Namun, pada beberapa merek mobil, Side Impact Beam ini tergantikan dengan airbag samping. Sensor pun terpasang di beberapa titik bodi samping mobil tersebut.

Airbag samping akan mengembang jika benturan keras telah terdeteksi oleh sensor yang berada di samping. Airbag samping ini akan mengembang tergantung kekuatan, kecepatan, dan sudut tabrakan samping itu sendiri.

Saat kecelakaan mobil terguling, airbag depan dipastikan tidak akan mengembang karena sensor airbag mobil tidak bisa mendeteksi terjadinya benturan dari arah depan, kecuali jika mobil itu memiliki airbag samping. Bisa saja airbag samping akan mengembang saat mobil terguling dan sensor tersebut membaca ada benturan samping.

Sensor Belakang
Untuk meredam benturan belakang saat mobil ditabrak dari belakang, maka sensor tersebut dipasang pula di zona tabrak belakang. Apabila mobil tidak dilengkapi airbag belakang, maka risiko yang sangat parah adalah patahnya tulang leher karena badan penumpang atau pengemudi akan terdorong atau terlempar ke arah belakang saat mobil ditabrak dari belakang. Hal inilah yang menyebabkan patahnya tulang leher.

Dari sekian banyak jenis airbag dan istilah yang dipergunakan, intinya adalah untuk melindungi penumpang di dalam kabin mobil tersebut. Beberapa istilah yang terdapat di sistem airbag adalah SRS (Supplementary Restraint System), ACRS (Air Cushion Restraint System), dan SIR (Supplemental Infl atable Restraint).

24megabytes.com

Air-Bag-Module-Location5(airbag-reset.nl)

la-fi-hy-feds-probe-honda-airbag-problem(touch.latimes.com)

rvlifeonwheels.blogspot.com

Read more:
Rolls-Royce-Dawn-0
Mobil Mewah Eurokars Mejeng di Plaza Senayan

mobilmotor.co.id - Seiring berjalan waktu, dimulai pada tahun 2016 lalu dengan komitmen untuk memberikan pengalaman eksklusif dan unik kepada para pelanggan, Eurokars...

Close