Kompromi Anomali – Cuaca Ekstrem

0

safe-driving

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, berkendara tentunya akan menjadi pekerjaan yang lebih serius.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada awal tahun akan ekstrem akibat perubahan iklim global. Cuaca ekstrem berdampak pada tingginya curah hujan yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. 

Dampak bagi pengguna jalan sudah pasti, mulai kemacetan, pohon tumbang, jarak pandang terbatas, jalanan tergenang hingga banjir dan rusaknya jalan. Tentunya mengemudi akan menjadi pekerjaan yang lebih serius, sehingga kewaspadaan harus selalu ditingkatkan.

1. Periksa ban secara rutin

Periksa tekanan angin ban paling tidak sebulan sekali. Sesuaikan tekanan angin ban dengan rekomendasi pabrik, perhatikan buku manual atau periksa label tekanan angin ban pada pilar B, tutup tangki, atau pada laci dasbor mobil Anda.

Periksa pula ketebalan kembangan ban, dengan memeriksa TWI (tread wear indicator) berupa tanda segitiga atau logo produsen ban (seperti Mechelin) pada dinding ban. Jika ketebalan telapak ban kurang dari 0,6 mm, segera ganti ban.

2. Kurangi kecepatan

Saat hujan, permukaan jalan menjadi basah dan air hujan akan bercampur dengan debu, tetesan oli, dan solar yang akan membuat jalanan menjadi licin. Hanya ada satu cara mengatasinya dengan mengurangi kecepatan, sebab dengan demikian luas bidang kontak ban dengan permukaan jalan akan lebih luas dan traksi lebih besar. Kondisi lebih berbahaya terjadi karena jalan licin saat pertama kali hujan turun, air hujan belum “bersenyawa” dengan aspal.

3. Jika slip

Kondisi tergelincir bisa terjadi pada mobil apa saja. Mengatasinya adalah dengan tidak mengerem secara mendadak. Injak pedal rem secara bertahap dan selalu waspada dengan mengarahkan kemudi ke arah yang aman.

4. Berlaku lembut, teliti

Saat hujan deras, perlakukan kemudi, pedal kopling, rem, dan gas secara lembut, dengan tidak melakukan tindakan tiba-tiba. Jaga jarak yang lebih jauh dengan kendaraan di depan. Mengerem misalnya, akan butuh jarak lebih jauh saat jalan dalam kondisi basah daripada jalanan dalam kondisi kering.

Saat akan masuk ke mobil, pastikan sepatu atau alas kaki tidak basah. Kondisi sepatu atau alas kaki yang basah akan membuat kita mudah meleset saat menekan pedal-pedal. Periksa lampu-lampu dan pastikan masih berfungsi. Saat cuaca ekstrem, lampu akan menjadi petunjuk keberadaan kita di jalan oleh pengendara lain. Nyalakan lampu saat kondisi visibilitas berkurang.

5. Rencanakan perjalanan

Ingat-ingat area dan jalanan yang diketahui sering tergenang saat hujan, gunakan jalur alternatif meskipun lebih jauh. Jika terpaksa melaluinya, pastikan genangan tidak melebihi setengah tinggi ban. Usai melalui genangan, keringkan perangkat rem dengan menekan pedal rem dengan lembut sambil tetap membiarkan mobil bergerak perlahan.

6. Berhenti juka hujan deras

Jika hujan terlalu deras sehingga pandangan terganggu bahkan wiper dengan kecepatan tinggi tak mampu menghapus hujan di kaca depan. Sebaiknya menepilah di tempat aman yang jauh dari lalu lintas. Jika terpaksa menepi di bahu jalan, nyalakan lampu hazard.

Read more:
artikel-100-persen-cinta-indonesia
100% Cinta Indonesia

Tidak ada yang lebih membanggkan selain menggunakan produk lokal yang telah mendunia. GT Radial adalah salah satu bukti nyata. Saat...

Close